BERITA UNIK

Andriy Shevchenko Tunggu Giliran Latih AC Milan

HobiQQ Lounge – Andriy shevchenko tunggu giliran latih AC Milan, Andriy Shevchenko punya ikatan kuat dengan AC Milan. Suatu hari nanti, ia ingin melatih Rossoneri.

Milan jelas punya tempat di hati Shevchenko. Mantan penyerang ini melalui 322 pertandingan bersama mereka, mencetak 175 gol dan 27 assist.

Dengan Milan, Shevchenko memenangi Scudetto, Coppa Italia, juga Liga Champions

Selepas pensiun pada 2012, pemain yang kerap dipanggil Sheva itu sempat menempuh karier sebagai politisi. Tapi usia karier itu tak panjang dan ia kembali ke dunia sepakbola.

Shevchenko lantas menjadi asisten pelatih tim nasional Ukraina pada Februari sampai Juli 2016, lalu naik jabatan jadi pelatih kepala. Jabatan itu ia pegang hingga saat ini.

Namanya sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Milan, yang kini diduduki Gennaro Gattuso, mantan rekan setimnya. Shevchenko tak menampik ada keinginan untuk melatih Diavolo Rossi suatu saat nanti.

“Milan adalah klub HobiQQ yang menjadi bagian dari hidup saya. Meski demikian, saya sekarang sibuk dengan tim nasional Ukraina dan Gattuso sudah bekerja dengan bagus,” ungkapnya kepada DAZN.

“Pastinya saya ingin melatih Milan suatu hari nanti, karena saya sangat terikat dengan mereka, fansnya, dan mantan rekan-rekan setim. Mungkin akan tiba giliran saya melatih Milan satu hari nanti,” imbuh Shevchenko dilansir Football Italia.

Sebelum Gattuso, Milan sudah ditangani serangkaian mantan pemainnya sendiri. Sebut saja, Leonardo, Clarence Seedorf, Filippo Inzaghi, dan Cristian Brocchi.

Andriy Shevchenko: Striker Top, Pelatih Jempolan

andriy shevchenko

Andriy Shevchenko membuat sejarah baru untuk Timnas Ukraina. Ia menjadi orang pertama di negaranya yang tampil di Piala Eropa dengan tiga status berbeda.

Ukraina sukses mengalahkan tuan rumah Portugal 2-1 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2020, Selasa (15/10) dinihari WIB. Kemenangan itu membuat Andriy Yarmolenko dkk memastikan satu tiket lolos ke Piala Eropa tahun depan. Posisi mereka di puncak klasemen Grup B dengan perolehan 19 poin dipastikan tak akan terkejar siapapun.

Keberhasilan ini membuat Ukraina lolos ke Piala Eropa untuk ketiga kali secara beruntun, yakni di tahun 2012, 2016, dan 2020. Prestasi ini juga makin terasa istimewa buat Sheva, sebab ia selalu berpartisipasi di tiga turnamen tersebut.

Pada edisi 2012, Ukraina menjadi tuan rumah bersama Polandia. Sheva yang waktu sedang di penghujung karirnya tampil dengan status kapten tim. Ia mencetak dua gol selama turnamen, namun gagal membawa Ukraina lolos dari fase grup. Setelahnya, Sheva memutuskan pensiun dari sepakbola, dengan catatan 111 caps dan 48 gol untuk Timnas Ukraina. Ia lalu sedikit menepi dari sepakbola dan terjun ke dunia politik.

Empat tahun setelah gantung sepatu, barulah Sheva kembali ke dunia sepakbola. Ia ditunjuk sebagai asisten pelatih Ukraina, Mykhaylo Fomenko pada Februari 2016, empat bulan jelang Piala Eropa di Prancis. Sebagai eks pemain yang kenyang pengalaman internasional, ia diharapkan bisa membantu penampilan para pemain Ukraina. Namun apes bagi Fomenko, Ukraina tersingkir cepat setelah menjadi juru kunci di grup dengan menelan tiga kekalahan dan gagal mencetak sebiji gol pun.

Usai mimpi buruk itu, Agen Poker Fomenko mundur. Sheva pun ditunjuk menggantikannya. Ini menjadi debut kepelatihannya di sepakbola. Yang namanya permulaan identik dengan kegagalan. Hal yang sama berlaku bagi Sheva. Ukraina gagal dibawanya Lolos ke Piala Dunia 2018. Kendati demikian, ia tetap dipertahankan. Sheva pun lalu membayar kepercayaan itu. Perlahan, hasilnya mulai terlihat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *