HOBIQQ-PSS Sleman harus takluk 1-2 dari Barito Putera dalam lanjutan kena ke-25 Liga 1 di Stadion Manahan, Solo pada Senin malam WIB. Pieter Huistra Benci Blunder
Pelatih PSS, Pieter Huistra tak bisa menyembunyikan kekecewaan akibat hasil ini. Pieter Huistra Benci Blunder
PSS kini kalah 6 kali beruntun, dan menempati juru kunci klasemen Liga 1 dengan 19 poin.
“Saya pikir kita mengawali laga dengan baik, 20 menit pertama kita menguasai bola, menciptakan peluang,” kata Pieter Huistra dalam konferensi pers pasca-laga. Levy Madinda setelah mencetak gol ke gawang PSS Sleman di Stadion Manahan, Solo, Senin (3/3/2025).
“Saya pikir di babak pertama cukup berimbang, peluang buat mereka, peluang buat kami.”
“Dan kita kebobolan sebelum jeda babak pertama, dari tendangan bebas.”
“Kita sudah melatih situasi sebenarnya di latihan, di angle tersebut sangat buruk ketika kebobolan dari situ.”
“Kemudian babak kedua, kita berkumpul kembali, kita mencoba tapi kebobolan lagi akibat kecerobohan kita.”
“Saat tertinggal 2 gol, kita sebagai tim punya dua pilihan menyerah atau fight, saya senang tim saya memilih untuk fight di 20 menit terakhir.”
“Kita punya peluang juga, pada akhirnya bisa mencetak gol. Bagi saya, saya masih melihat banyak kesempatan kita bisa improve,” tambahnya.
Pieter Huistra kembali menyinggung gol pertama Barito Putera yang menurutnya timnya mengalami ketidakberuntungan.
Sepakan bola mendatar Levy Madinda salah diantisipasi oleh Alan Bernardon hingga masuk ke gawang sendiri
Menurutnya situasi tersebut tidak boleh terjadi lagi.
“Kita sedikit tidak beruntung terutama kebobolan gol pertama, Itu bukan situasi bagus untuk kebobolan,” kata Huistra
“Harusnya bisa mencegah gol semacam itu. Tapi itu sudah terjadi,” tambahnya.
Kini Huistra dan PSS sudah memikirkan laga ke depan yakni melawan Persita Tangerang.
PSS menyisakan 9 laga di mana mereka tak boleh kembali kehilangan poin jika ingin bertahan di Liga 1.
“Pemain sudah menunjukkan khususnya di 20 menit terakhir mencoba hingga akhir, mungkin bukan sepak bola terbaik, tapi mereka mencoba,” kata Huistra “Buat saya ini yang terpenting. Kita sudah tidak pikir laga ini lagi, kita sudah berpikir untuk laga ke depan.”
“Saya percaya tim ini masih punya kekuatan mental.”
“Saya masih yakin tim bisa bangkit membalikkan keadaaan karena mereka sudah jadi satu saat ini, kita berjuang hingga akhir,” tambahnya.
