BERITA KESEHATAN

Productivity Shame atau Selalu Merasa Kurang Produktif Ini Penyebabnya!

hobiqq lounge – Productivity shame adalah perasaan seseorang yang tidak pernah merasa cukup puas atas apa pun hal yang sudah dikerjakannya. Tidak peduli berapa waktu yang dihabiskan untuk bekerja atau berapa banyak pekerjaan yang berhasil diselesaikan, seseorang masih saja berpikir bahwa ia kurang produktif dan menginginkan untuk mengusahakan lebih dari itu. Apakah selama ini kamu pernah merasakannya?. Yuk, kenali apa saja yang menjadi penyebab dari productivity shame yang banyak dirasakan anak muda saat ini!.

Tujuan yang tidak realistis

Productivity

Penyebab yang pertama adalah kamu memiliki tujuan yang tidak realistis alias terlalu tinggi untuk dicapai. Misalnya, kamu adalah seorang fresh graduate yang baru bekerja dengan gaji UMR, lantas kamu sudah berkeinginan untuk membeli kendaraan mobil dalam waktu setahun. Keinginan ini membuatmu harus mencari side job untuk menambah penghasilan. Ada dua kemungkinan yang akan kamu dapatkan. Pertama, kamu akan mengalami patah semangat karena sadar bahwa keinginan tersebut akan sangat sulit dicapai. Kedua, kamu akan selalu merasa kurang produktif karena semua usaha telah dilakukan, tapi nyatanya target masih belum tercapai.

Membandingkan diri dengan orang lain yang tampak lebih baik

Perasaan ini kerap muncul ketika kamu membuka media sosial dan melihat pencapaian orang lain. Tanpa sadar, kamu akan membayangkan rasanya memiliki pencapaian hebat seperti mereka yang berujung pada tindakan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Lalu, muncul perasaan minder dan menganggap bahwa selama ini kamu tidak seproduktif mereka. Padahal, kamu tidak mengetahui kenyataannya seperti apa, mungkin saja mereka memiliki waktu start lebih awal atau memiliki banyak privilese yang membuat mereka lebih cepat dalam mencapai tujuannya.

Menggantungkan harga dirimu sepenuhnya pada pencapaian yang berhasil diraih

Productivity

Kebiasaan mengaitkan harga diri dengan pencapaian memang hal yang umum dilakukan oleh siapa saja. Semakin banyak pencapaian kerja yang diraih, pandanganmu terhadap diri sendiri akan semakin baik. Sebenarnya, hal ini tidak salah. Namun, perlu diingat bahwa terkadang hidup tidak selamanya berjalan mulus sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Ada kalanya terdapat kendala tak terduga atau kegagalan yang membuat tujuanmu tertunda. Jika terus-terusan menggantungkan harga dirimu pada hasil pekerjaan, maka kamu akan mengalami productivity shame, terutama jika menemui kendala saat bekerja.

Memiliki obsesi yang berlebihan terhadap pekerjaan

Semua orang pastinya berharap ingin mencapai puncak karier sehingga beragam cara dilakukannya. Mulai dari menerapkan budaya gila kerja, berusaha menjadi karyawan terbaik, dan membangun koneksi sebanyak-banyaknya. Bahkan, waktu break yang harusnya digunakan untuk beristirahat kamu gunakan untuk tetap bekerja. Perasaan bersalah akan muncul jika kamu beristirahat sejenak dari pekerjaan.Tanpa sadar, kamu sudah berada pada fase yang berlebihan dan sangat terobsesi dengan pekerjaan hingga melupakan segalanya.

Kamu tidak menerapkan konsep “cukup” dalam bekerja

Productivity

Work-life balance itu penting, lho! Mungkin selama ini kamu berpikir, bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk bekerja, itu artinya kamu semakin produktif. Nyatanya, hal ini tidak selamanya benar. Justru, terus-terusan bekerja tanpa memikirkan waktu istirahat akan membuatmu lelah dan menurunkan produktivitas dalam bekerja. Terapkan konsep cukup dalam bekerja, bekerjalah secukupnya. Dengan begini, kamu akan memiliki waktu untuk dirimu sendiri dan orang-orang terdekat. Dengan rehat sejenak dari pekerjaan, pikiranmu akan semakin fresh dan memungkinkan kamu untuk memikirkan inovasi dan kreativitas baru saat kembali bekerja nanti.

Setelah membaca ulasan di atas, yuk evaluasi diri. Apakah selama ini kamu mengalami productivity shame?. Jika iya, hindari penyebabnya agar hidupmu terasa lebih ringan karena terbebas dari perasaan tidak produktif padahal sudah bekerja seharian penuh. HOBIQQ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *