HOBIQQ-Pada kesempatan ini, Yokohama F. Marinos harus bertamu ke kandang Nagoya. Duel tersebut terlaksana di Stadion Toyota, Jepang, Rabu (2/4/2025). Pemain timnas Indonesia, Sandy Walsh tampil penuh sebagai bek tengah. Sandy Walsh Main Penuh Yokohama
Namun, Sandy Walsh gagal membantu timnya meraih cleansheet dan kemenangan. Sandy Walsh Main Penuh Yokohama
Yokohama F. Marinos harus menyerah dari Nagoya dengan skor 0-2. Pertandingan awalnya berjalan dengan cukup alot. Tak ada gol yang tercipta hingga babak pertama berakhir.
Nagoya lalu memecah kebuntuan pada menit ke-51. Gol pembuka tim tuan rumah di cetak oleh Akinari Kawazura. Nagoya menambah satu gol lagi pada menit ke-84. Kali ini, gol di cetak oleh Yota Sato.
Hasil ini membuat Yokohama F. Marinos terlempar ke zona degradasi.
Yokohama F. Mari nos tercecer di urutan ke-19 dengan raihan 6 poin dari 7 laga.
Poin tersebut terpaut satu angka dari Nagoya yang berada di zona aman. Sementara itu, ini merupakan laga perdana Sandy Walsh setelah kembali dari tugas negara bersama timnas Indonesia.
Seperti yang di ketahui, timnas Indonesia memiliki jadwal dua kali bertanding pada bulan Maret 2025.
Terkait hasil, timnas Indonesia menyerah dari Australia 1-5 pada 20 Maret 2025.
Tim asuhan Patrick Kluivert lalu berhasil mengalahkan Bahrain 1-0 pada 25 Maret 2025.
Sumardji menganggap laga debut Patrick Kluivert di timnas Indonesia memberi banyak pelajaran bagi staf dan pemain terutama dalam menjalin chemistry.
Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Australia 1-5 pada 20 Maret 2025 lalu.
Kemudian barulah 5 hari berselang, timnas Indonesia menang 1-0 atas Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Sang manajer menyebut faktor chemistry dan adaptasi yang singkat jadi salah satu faktor kekalahan di laga debut Patrick Kluivert.
“Saya sedih juga dan mengerti perasaan pemain-pemain,” kata Sumardji dalam program One on One di TVOne yang tayang pada Jumat (28/3/2025).
“Adaptasi dan chesmitry yang ini belum terbentuk dengan semuanya, staf, pelatih, pemain.”
Sumardji juga menilai belum ada komunikasi yang baik antara staf, pelatih dan para pemain.
Pria yang juga menjabat COO Bhayangkara FC itu mencontohkan belum ada momen saling mengobrol misalnya saat pemain menjalani perawatan.
“Lalu dengan ofisial dan para staf Kluivert, tugas saya yang turut andil membangun chemistry,” kata Sumardji.
“Lupakan semua jangan ada yang kecil hati atau nggak enak hati.”
“Jadi di (laga lawan) Australia itu tidak ada yang momen-momen seperti itu,” tambahnya.
Setelah kalah 1-5 dari Australia, timnas Indonesia mengubah mentalitas saat bertemu Bahrain di GBK.
Sumardji menceritakan bagaimana upaya bangkut dari skuad Garuda mengatasi keterpurukan tersebut.
